Wanita dan Kewanitaannya

Diriwayatkan oleh Muslim bin Ubai bahwasanya Siti Asma binti Yazid al-Anshoriyyah telah datang kepada Rasulullah sebagai utusan dari kaum wanita.

Ujar asma: “Wahai Rasulullah ! aku adalah utusan dari kaum wanita untuk datang kepadamu ; sesungguhnya Allah SWT mengutusmu untuk kaum laki-laki dan kaum wanita semuanya ; tapi kenapa kami kaum wanita tidak leluasa dalam berbuat, hanya mengurus rumahtangga, tempat untuk melampiaskan nafsu syahwat kalian, dan mengandung anak-anak kalian ; sedangkan kalian kaum laki-laki lebih mementingkan golongan kalian dalam perkumpulan dan kajian-kajian, menjenguk orang yang sakit, menyaksikan jenazah, naik haji setelah naik haji ; malah pada perkara yang lebih utama daripada itu, yaitu perang di jalan Allah yang sangat mulia. Jika ketika salah seorang dari golongan kalian pergi untuk naik haji dan umroh, atau pergi ke medan perang, kami kaum wanita hanya menjaga harta benda kalian, dan menenunkan baju-baju kalian, dan mengurus anak-anak kalian ; apakah kami tidak memiliki hak untuk dapat bersama kalian dalam mendapat ganjaran serta kebaikan daripada itu?”

Maka Rasulullah melirik kepada para shahabat kemudian berkata: “apakah kalian pernah mendengar tuntutan seorang wanita yang lebih baik daripada tuntutan yang dituntut oleh Asma dalam urusan agamanya?”

Jawab para shahabat: “ Wahai Rasulullah ! kami semua tidak sampai kepikiran ada wanita yang berpikir seperti itu !”

Maka Rasulullah kembali melirik kepada Asma kemudian berkata: “ pahami oleh kamu wahai Asma, dan sampaikan oleh kamu kepada wanita-wanita yang ada di belakang kamu, bahwasanya ta’atnya wanita kepada suaminya serta mencari keridloan suaminya serta mengikuti kesepakatan sauaminya, itu lebih baik daripada apa yang dibawa oleh kamu”

Kemudian Asma menjawab dengan membaca la ilaha illallah, ketika ia datang ke hadapan wanita-wanita kaumnya golongan Arab, kemudian Asma memaparkan apa saja yang dikatakan oleh Rasulullah S.A.W., para wanita pun turut bersuka cita dan beriman semuanya.

Berdasarkan kepada riwayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa wanita yang paling baik yaitu rajin mengurus rumah tangga karena ta’at serta mengharap keridloan suaminya, walaupun oleh orang lain disebut wanita “kurung batok”

Kemudian tidak bisa lantas disebut baik, jika seorang wanita lepas tangan dari urusan rumah tangga, suami dilayani oleh pembantu, walau itu demi perjuangan serta mendapat gelar srikandi islam dari orang banyak.

Serta termasuk kepada yang utama jika perjuangan di luar rumah tergarap, rumah tangga terurus serta suami meridloi, walaupun tidak mendapat gelar srikandi Islam dari orang banyak.

Ringkasnya, pertanggungjawaban wanita yang paling dititikberatkan oleh agama adalah pertanggung jawabannya atas urusan rumah tangga. Kemudian tidak bisa disebut salah pula jika wanita tidak bisa bebas keluyuran keluar dikarenakan urusan rumah tangga ; malah perjuangan wanita di rumah tangga itu bisa disebut fardhu ‘ain, sedang di luar rumah sebatas fardhu kifayah.

Agama tidak melarang wanita terjun ke bidang kemiliteran, jadi seorang penerang, dan lain sebagainya, hanyasaja ingat, tidak boleh kemudian lepas dari kewanitaan yang sudah ditentukan oleh agama.

terjemahan dari bahasa sunda wanita & kawanitaanana
Ny. Rokajah Sjarief
Risalah No. 9 Tahun III
Mei 1964

Wanita & Kawanitaanana

Diriwayatkeun ku Muslim bin ubed yen Siti Asma binti Yazid al-Anshoriyyah kantos dongkap ka Rosulullah salaku delegasi ti kaom wanita.

Sanggem Asma: "He Rasulullah ! sim kuring teh utusan ti wanita-wanita ka salira ; saestuna Gusti Allah ngutus anjeun teh ka kaom pria sareng kaom wanita sadayana ; tapi naha abdi golongan wanita bet teu laluasa lumaku , ukur ngurus imah, sareng jadi tempat ngudalkeun birahi aranjeun, sareng ngandung putra-putra aranjeun ; sedengkeun aranjeun mah kaom pria mentingkeun golongan aranjeun batan wanita dina kukumpulan jeung majemuhan, jeung ngalayad nu udur, nyaksian jinazah, munggah haji sanggeus munggah haji ; malah dina perkara anu leuwih afdol batan eta, nyaeta perang dina jalan Allah nu maha mulya. Upama salasa-urang ti ti golongan aranjeun indit munggah haji jeung umroh, atawa indit ka pangperangan, abdi mah kaom wanita ukur mangjagakeun hartabanda aranjeun, jeung mangninunkeun baju-baju aranjeun, jeung manguruskeun anak-anak aranjeun ; naha abdi sadaya teu aya hak marengan aranjeun dina eta ganjaran sareng kahadean ?"

Mangka Rasulullah melong ka para sahabat teras sasauran: "Naha aranjeun kungsi ngadenge tuntutan wanita anu leuwih hade batan tungtutan nu di bawa ku Asma dina urusan agamana?"

Saur para sahabat : "He Rasulullah ! abdi sadaya teu nyana yen aya wanita nu boga pikiran nepika lebah dieu !"

Mangka Rasulullah ngareret ka Asma teras sasauran : "Fahamkeun ku maneh he Asma, jeun bejaan ku maneh wanita-wanita nu aya di satukangeun maneh, yen to'atna wanita ka salakina jeung neangan karidoan salakina sarta nuturkeun kasaluyuan salakina, eta leuwih alus batan tuntutan nu dibawa ku maneh:.

Teras Asma mulangberi maca lailaha illallah, barang datang ka hareupeun wanita-wanita kaomna golongan Arab, teras Asma ngebrehkeun naon-naon nu disaurkeun ku Rasulullah s.a.w., sarta para wanita teh barungah jeung ariman kabehanana".
Sumender kana eta riwayat, tetela wanita anupanghadena teh nyaeta anu toweksa ngurus rumah tanga lantaran to'at jeung ngaharep karidoan salaki, najan ku batur sok disebut wanita "kurung batok".

Sarta teu bisa disebut hade, lamun wanita cul rumah tangga, salaki dikaulaan ku babu, najan pikeun perjuangan bari meunang gelar Srikandi Islam ti papada jalma.

Sarta kaasup wanita anu utama lamun perjuangan luar rumah tangga kagarap, rumah tangga kaurus bari salaki mikarido, sanajan teu meunang gelar Srikandi ti papada jalma.

Ringkesna mah, garis anu digoreskeun ku agama wates pertanggung jawab wanita anu pengbeuratna nyaeta rumah tangga, disagigireun pertanggung jawab luar rumah tangga. sarta teu bisa disebut salah lamun wanita teu bisa lunta kaluar disababkeun ku nyanghareupan rumah tangga ; malah perjuangan wanita dijero rumah tanga mah bisa disbut fardhu aen, sedan di luar rumah mah fardhu kifayah.

Agama teu ngalarang wanita ancrub kana widang kamiliteran, jadi juru penerang jst., parandene kitu tetep teu meunang lepas tina kawanitaan nu geus ditangtukeun ku agama.

terjemah : Bahasa Indonesia

Ny. Rokajah Sjarief
Risalah No. 9 Tahun III

Mei 1964

Mulailah melangkah!

Ketika kita berkeinginan untuk melakukan sesuatu atau mencapai sesuatu yang kita inginkan, baik itu hal yang memang sulit atau bahkan mudah sama sekali, tapi kendatipun seperti itu kadang selalu ada saja yang membuat kita berfikir bahwa kita akan sulit untuk melakukannya.

Entah apa teori yang bisa menjelaskan akan hal itu. Akan tetapi, jika kita sadar kita akan dapat dengan mudah mengabaikannya, karena memang sugesti itu yang selalu mudah muncul ketika kita hendak melangkah untuk maju. kita tidak bisa, kita pasti gagal, kita takut salah, dan kita taku-takut yang lainnya sampai jika ditulis dalam selembar kertas HVS pun tidak cukup untuk menuliskan segala ketakutan kita.
Tapi satu yang harus kita ingat, kita tercipta sebagai makhluk-Nya yang paling sempurna, segala bisa kita lakukan asalkan ya kita lakukan. tidak mungkin misalkan kita ingin pergi ke barat tapi kaki melangkah ke timur. Maka akurkanlah antara niat dan langkah kaki kita!
Thomas Edison berkata "I am not discouraged because every wrong attempt discarded is a step forward" Artinya, saya tidak berkecil hati, karena setiap kesalahan yang terbuang adalah langkah untuk maju.
Dan akhir kata.. Janganlah takut untuk melangkah. satu langkah kecil akan sangat berarti besar. melangkahlah! dan selanjutnya akan mengalir seperti air.

far's writing :)

Satu sisi pandang lain

4.7.13 22:30
di kamar

Kita tidak boleh hanya melihat satu hal hanya dari satu sisi, terlebih lagi jika melihat dari sisi yang orang umum melihatnya.
Fathin Shidqia, Orang mengenalnya sebagai penyanyi muda berbakat yang juga lolos sabagai juara pertama X-Factor. Tapi di satu sisi, di mana dari sisi itu saya melihatnya, Fathin Shidqia adalah seorang korban dari salahsatu keberhasilan program yahudi di Indonesia ini.
Katanya (karena ya memang saya tidak menyaksikan acara itu dari episode pertama), Fathin selalu memakai rok dan menghindari celana, apalagi ketat.Tapi beda halnya dengan yang sekarang, sekarang menggunakan celana ketat. Mungkin orang-orang tidak menganggapnya sebagai perubahan yang berarti, tapi bagi saya perubahan itu cukup membuat hati saya menggerutu.

Manusia sebagai ciptaan Allah (Part 1)


Manusia diciptakan tentu saja memiliki tujuan serta kewajiban-kewajiban tertentu dalam menjalani kehidupannya. Tidaklah Allah menciptakan sebuah ciptaan hanya untuk bermain-main tanpa tujuan tertentu, tidaklah satu pun pekerjaan Allah yang sia-sia. Bahkan laba-laba sekalipun memiliki manfaat dalam penciptaannya. Lalu bagaimanakah jika manusia tidak dapat berguna dalam kehidupannya, ia hanyalah ciptaan yang menyalahi kehendak penciptanya yang menghendaki segala ciptaannya dapat bermanfaat besar dalam kehidupan.

Ketika pada masanya manusia diciptakan, terjadi perdebatan sengit antara malaikat dan Allah SWT. Ketika Allah mengataka sesungguhnya aku hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, kemudian malaikat menyangkal apa yang dikatakan Allah dengan jawaban apakah engkau hendak menjadikan mereka di bumi itu yang suka merusak dan menmpahkan darah?, Allah mengakhiri percakapan itu dengan seseungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Dengan ucapan Allah itu tidak cukupkah bagi kita untuk meyakini bahwasanya tujuan kita manusia diciptakan adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.
Maka dengan ini timbul masalah, apakah kita manusia yang diciptakan oleh Allah ini sudah menyadari peran kita sebagai khalifah di muka bumi ini? Jika anda manusia yang diciptakan bukan oleh Allah maka ini tidak akan menjadi masalah, akan tetapi bukankah kita ini diciptakan hanyasanya oleh Allah SWT? Maka tidak ada pengecualian siapa sajakah yang menjadi khalifah, karena Allah tidaklah mengucapkan sedikitpun kata kecuali dalam ucapannya tersebut.
Khalifah, renungkan bagaimanakah sosok seorang khalifah itu, apakah orang yang hanya tertidur sepanjang hari, apakah orang yang hanya tertidur ketika orang lain terjaga, apakah orang yang hanya diam, apakaha hanya diam ketika orang-orang bergerak?
Tentulah bukan seorang khalifah dengan keadaan seperti itu. Renungkanlah bagaimanakah keadaan seorang khalifah itu!

Sebagai halnya Al-Quran diturunkan oleh Allah yaitu secara berangsur-angsur. Kita cukupkan dulu sekalian untuk yang kali ini. Selagi masih belum turun lanjutan dari tulisan ini, marilah direnungkan pertanyaan terakhir dari tulisan ini dulu seperti yang tertulis di atas.
Insya Allah jika sudah dapat direnungkan tulisan ini, anda akan leih siap untuk membaca lanjutan dari tulisan ini karena anda sudah paham sampai yang sekarang ini.
ditunggu komentarnya jika ada yang perlu ditanyakan.
Demikian tulisan ini disampaikan untuk saat ini. Semoga dapat bermanfaat dan dapat direnungkan untuk menyadarkan kita sebagai ciptaan Allah yang Allah ciptakan kita tidak sia-sia.
Wallahu A’lam bis-Showab.

Jangan Jadi Kebo Kabotan Sungu

      hah? Judul apaan? 
      Hehe.. kebo kabotan sungu berarti lupa daratan, diambil dari peribahasa jawa. :)
      Lantas apa maksudnya nulis post pake judul itu?
      Ya karena judul postingnya itu, saya di sini mau menceritakan daratan saya sebelum kini saya mengarungi tingkat Muallimin di PPI 67 Benda, yaitu di MTs Persis 72 Padarincang. :)
      Ya memang tidak seterkenal Benda, tapi tetap, "godogan" itu meninggalkan kenangan yang tak mungkin tuk terlupa.. acie.. :D
      Pesantren ini terletak di suatu tempat bernama kp. Gunung Buntung, terletak di antara hamparan sawah hijau nan indah. :)

      Di tempat inilah selama 3 tahun saya bersama teman-teman menuntut ilmu juga digodog yang menghasilkan ya kami ini sekarang…
      Sebenernya ga akan terlalu banyak yang mau saya ceritakan tentang profil pesantren saya, tapi saya mau mennceritakan kenangan yang membekas selama di pesantren ini.
      Ya.. 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar tentunya. Tapi kenapa, asa baru kemarin masuk, sekarang kaki harus jauh meninggalkan tempat tercinta ini.
      Dan…. Bersama teman-teman sekelas.. sungguh tak mungkin tuk dilupakan.. -_-
Mmm.. mending  liat aja videonya ya.. :)
       bagaimana? jangan lihat kulitnya. video ini dibikin secara amatir sama yang baru belajar. :D
ya demikianlah. insya Allah di posting berikutnya akan diceritakan yang lebih lagi dari gerentes hate yg punya blog. :)

akhir kalam bwt smuanya khususnya teman-teman seperjuangan di MTs, God Bless You!
  :)