Manusia sebagai ciptaan Allah (Part 1)


Manusia diciptakan tentu saja memiliki tujuan serta kewajiban-kewajiban tertentu dalam menjalani kehidupannya. Tidaklah Allah menciptakan sebuah ciptaan hanya untuk bermain-main tanpa tujuan tertentu, tidaklah satu pun pekerjaan Allah yang sia-sia. Bahkan laba-laba sekalipun memiliki manfaat dalam penciptaannya. Lalu bagaimanakah jika manusia tidak dapat berguna dalam kehidupannya, ia hanyalah ciptaan yang menyalahi kehendak penciptanya yang menghendaki segala ciptaannya dapat bermanfaat besar dalam kehidupan.

Ketika pada masanya manusia diciptakan, terjadi perdebatan sengit antara malaikat dan Allah SWT. Ketika Allah mengataka sesungguhnya aku hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, kemudian malaikat menyangkal apa yang dikatakan Allah dengan jawaban apakah engkau hendak menjadikan mereka di bumi itu yang suka merusak dan menmpahkan darah?, Allah mengakhiri percakapan itu dengan seseungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Dengan ucapan Allah itu tidak cukupkah bagi kita untuk meyakini bahwasanya tujuan kita manusia diciptakan adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.
Maka dengan ini timbul masalah, apakah kita manusia yang diciptakan oleh Allah ini sudah menyadari peran kita sebagai khalifah di muka bumi ini? Jika anda manusia yang diciptakan bukan oleh Allah maka ini tidak akan menjadi masalah, akan tetapi bukankah kita ini diciptakan hanyasanya oleh Allah SWT? Maka tidak ada pengecualian siapa sajakah yang menjadi khalifah, karena Allah tidaklah mengucapkan sedikitpun kata kecuali dalam ucapannya tersebut.
Khalifah, renungkan bagaimanakah sosok seorang khalifah itu, apakah orang yang hanya tertidur sepanjang hari, apakah orang yang hanya tertidur ketika orang lain terjaga, apakah orang yang hanya diam, apakaha hanya diam ketika orang-orang bergerak?
Tentulah bukan seorang khalifah dengan keadaan seperti itu. Renungkanlah bagaimanakah keadaan seorang khalifah itu!

Sebagai halnya Al-Quran diturunkan oleh Allah yaitu secara berangsur-angsur. Kita cukupkan dulu sekalian untuk yang kali ini. Selagi masih belum turun lanjutan dari tulisan ini, marilah direnungkan pertanyaan terakhir dari tulisan ini dulu seperti yang tertulis di atas.
Insya Allah jika sudah dapat direnungkan tulisan ini, anda akan leih siap untuk membaca lanjutan dari tulisan ini karena anda sudah paham sampai yang sekarang ini.
ditunggu komentarnya jika ada yang perlu ditanyakan.
Demikian tulisan ini disampaikan untuk saat ini. Semoga dapat bermanfaat dan dapat direnungkan untuk menyadarkan kita sebagai ciptaan Allah yang Allah ciptakan kita tidak sia-sia.
Wallahu A’lam bis-Showab.

Post a Comment