Mengapa hanya di Islam? (2)

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni)
Maka tidakkah kita merasa takut akan balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak lantaran mengabaikan perkara yang dianggap sepele ini? Rasulullah sendiri telah Allah Ma’sum sehingga ia dijamin akan masuk syurga, ia tak berani melakukan hal itu. Namun apa yang kita dapati dari muda-mudi jaman kini, mereka menganggap hal itu adalah hal biasa dan menentang akan bayyinat itu. Na’udzubillahi min dzalik.
Maka kenapa hanya islamlah yang mensyariatkan seperti itu? Kembali merujuk kepada potongan ayat terakhir dari firman Allah tadi, “agar kamu beruntung”. Beruntung dari apa? Tentu ini adalah kalimat umum, yang ia adalah berarti beruntung di manapun dalam aspek apapu. Baik beruntung di dunia maupun di akhirat.
Apa untungnya? Lihat mereka yang tidak mengindahkan ayat-ayat tadi, mereka kelihatan jelas menikmati apa yang mereka perbuat. Memakai busana yang tidak menutup aurat pun mereka kelihatan indah serta cantik.  Anda menemukan orang yang berbicara seperti demikian? Tidak lain dan tidak bukan ialah orang yang amal perbuatannya didasarkan atas nafsu, seakan-akan nafsu menjadi tuhannya  dan melupakan akan tuhan yang sebenarnya, Allah S.W.T. dan ayat-ayatnya.
Sebenarnya bila dipikir secara logis pun ia akan masuk akal. Sepasang yang tidak peduli akan haramnya bersentuhan kulit dengan lawan jenis, mungkin pada awalnya memang hanya sebatas tangan, namunkita ketahu sifat manusia ialah tidak akan merasa puas atas apa yang telah ia dapat, jika manusia diberi satu buah gunung emas maka ia akan meminta dua gunung, setelah ia diberi dua ia meminta tiga, dan begitu seterusnya, dan juga iklan pepsodent berkata “lubang sekecil apapun bila tidak ditambal akan semakin membesar”.
Maka yang membolehkan pasangannya untuk memulai dengan pegangan tangan maka ia membuka pula jalan untuk xxxxx.
Kemudian bagi yang tidak menghiraukan perintah untuk menutup aurat. Kita analogikan dengan sebuah notebook. Di mana notebook sudah tentu bukanlah barang yang tidak mahal. kemudian setelah membeli notebook tersebut kita diberi bonus dari toko berupa sebuah keyboard protector. Di rumah kita buka notebook yang baru kita beli tersebut, kita lihat waw, betapa indah desain notebook ini, keyboardnya pun desain baru layaknya macbook walaupun yang kita beli bermerk asus. Terlintas di benak sang empunya notebook, notebook ini mempunyai keyboard yang indah dipandang jika harus dipasang keyboard protector ia akan tertutup indahnya oleh keyboard protector tadi. Namun jika aku tak memasang keyboard protector tadi, maka keyboard notebookku akan mudah kemasukan debu, mudah kotor, dan juga mudah rusak.
Apa yang seharusnya si empunya notebook tadi pilih? Tentu bagi orang yang berakal dan ingin beruntung ia akan menutupnya keyboardnya dengan keyboard protector, karena ia tahu ia akn lebih kerepotan lagi bila ia hanya memikirkan apa yang akan menyegarkan matanya, ia akan mengeluarkan biaya yang tidak kecil untuk membetulkan notebooknya karena mengabaikan hal tadi.
Maka begitu pula manusia, memang orang bisa berkata ia akan lebih indah jika tidak menutup auratnya. Namun tentu kita akan direpotkan ketika “kerusakan” diperoleh karena mengabaikan hal yang dianggap sepele tadi.
Ayyatuhal mu’minin wal mu’minat, bukalah mata pikiran jauh lebih jernih agar kita dapatkan “keuntungan”. Janganlah nafsu memperbudak kita, diperbudak oleh nafsu akan membuat kita bagaikan orang yang mengejar bayangannya sendiri, ia tidak akan pernah sampai pada akhirnya. Akan tetapi kontrollah nafsu yang kita miliki agar tak merugikan kita. Jangan jadikan nafsu sebagai tuhan, akan tetapi jadikanlah ayat-ayat Allah sebagai pedoman hidup dan pagar agar kita tak terjerumus ke jurang kerugian..
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapapun tanpa terkecuali, semoga dapat dari tulisan ini membuka mata hati yang pernah tertutup oleh kabut nafsu.
Demikian
و الله اعلم با الصواب

Post a Comment