نِسَاءُ الدُّنْيَا نَفْضَلُ اَمْ الحُوْرُ الْعِيْنِ؟
"Perempuan duniakah yang lebih utama, atau hurul in ?
Rasulullah menjawab :
بَلْ نِسَاءُ الدُّنْيَا اَفْضَلُ مِنْ الْحُوْرِ , كَفَضْلِ الظِّهَارِ عَلَى الْبِطَانَةِ
"Tentu perempuan dunia lebih utama daripada hurul'ain, seperti lebih utamanya baju bagian luar daripada (lapisnya) bagian dalam"
Ummu Salamah bertanya lagi :
وَ بِمَ ذَالِكَ؟
"Dengan apa mereka jadi lebih utama?"
Rasulullah S.A.W. menjawab :
بِصَلَاتِهِنَّ وَ صِيَامِهِنَّ وَ عِبَادَتِهِنَّ لِلهِ
"Dikarenakan sembahyang mereka, puasa mereka dan 'ibadah mereka kepada Allah S.W.T."
Salamah bertanya lagi:
اَلْمَرْأَةُ مِنَّا تَتَزَوَّجُ زَوْجَيْنَ اَوْ ثَلَاثًا , ثُمَّ تَمُوْتُ , فَتَدْخُلُ الْجَنَّةَ , وَ يَدْخُلُوْنَ مَعَهَا , مَنْ يَكُوْنُ؟
"Seorang perempuan di antara kita, pernah kawin di (dunia ini) dengan dua atau tiga suami, kemudian ia masuk surga, dan (bekas) suaminya pun masuk surga beserta dia, maka suami mana yang akan menjadi suaminya di akhirat?"
Rasulullah menjawab :
يَا اُمُّ سَلَمَةَ ! تَخَبَّرْ, فَتَخْتَارَ اَحْسَنُهُمْ خَلْقًا
"Hai Ummu Salamah ! dia akan diperkenankan memilih, lalu ia memilih yang paling baik akhlaqnya."
Penjelasan yang diterangkan Rasulullah seperti di atas, bagi istri seperti Ummu Salamah sangat besar artinya, sebab Ummu Salamah termasuk perempuan yang pernah bersuami dua kali, sebelum ia menjadi istri Rasulullah S.A.W. Ummu Salamah adalah istri Abu Salamah.
Ummu Salamah berkata :
سَمْعْتُ رَسُوْلُ اللهِ ص. يَقُوْلُ : مَا مِنْ عَبْدِ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُوْلُ : اِنَّا لِلهِ وَ اِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنِ. اِللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِى مُصِيْبَتِى وَ اخْلِفْلِى خَيْرًا مِنْهَا , اِلَّا آجَرَهُ اللهُ فَى مُصِيْبَتِهِ وَ اخْلَفَ خَيْرًا مِنْهَا. قَالَتْ فَلَمَّا تَوَفَّةَ اَبُوْ سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا اَمَرَنِى رَسُوْلُ اللهِ. فَاَخْلَفَ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُوْلُ اللهُِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
"Saya mendengar Rasulullah bersabda : Tidak ada seorang hamba yang kena padanya satu musibat lalu ia mengucapkan "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (lalu mendo'a) Wahai Tuhanku berilah saya ganharan lebih dari musibat saya ini, dan berilah saya pengganti yang lebih baik dari itu, maka pasti Allah S.W.T. akan memberikan padanya ganjaran atas musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik. Berkata Ummu Salamah: Tatkala (suami saya yang pertama) Abu Salamah wafat, saya ucapkan sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah kepada saya, maka ternyata Allah S.W.T menggantikannya dengan yang lebih baik (yaitu saya jadi istri) Rasulullah S.A.W."
Yang dipandang baik dan yang menarik di masa kecil, mungkin di masa tua menjadi hal yang kurang baik dan tidak menarik, demikian pula yang dipandang baik dan menarik di dunia, di akhirat tidak terasa baik dan tidak menarik, kecantikan, kekayaan, serta jabatan di dunia tidak lagi menjadi daya tarik lagi, daya tarik pada hari itu adalah akhlaq yang paling baik, di masa hidupnya di dunia.
Yang dahulu dipandang kawan sangat setia, istri yang tercinta atau suami yang sangat dihormati, mungkin di akhirat akan berubah menjadi musuh, sirna jalinan dan kasih sayang.
Dalam Al-Quran diterangkan :
اَلْاَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ
"Kawan (yang dekat dan tercinta serta setia) pada hari itu satu sama lain menjadi musuh, melainkan orang yang taqwa". (az-zukhruf:67)
Dalam Tafsir Alalusi 25: 97 diterangkan :
وَ الْمُرَادُ , اِنَّ الْمَحَبَّاتَ تَنْقَطِعُ يَوْمَ تَأْتِيْهِمْ السَّاعَةُ وَ لَا يَبْقَى اِلَّا المُتَّقُوْنَ
"Yang dimaksud dengan ayat itu, ialah kawan yang rapat akan putus sejak datang mereka pada kiamat, kecuali yang taqwa."
Yang tidak akan putus persahabatannya sampai hari kiamat, ialah persahabatan antara orang yang taqwa dengan yang taqwa lagi, demikian pula antara suami istri, bila keduanya itu muttaqin akan dapat hidup bersama di surga.
Firman Allah S.W.T :
اُدْخُلُوْا الْجَنَّةَ اَنْتُمْ وَ اَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُوْنَ
"Masuklah ke surga, kamu dan pasangan kamu (suami/istri) dengan dianugerahi kegembiraan (dengan wajah yang berseri-seri karena riang dan senang)" (az-zukhruf: 70)
Risalah No.170 Th. XVI
Agustus 1977

5 komentar
subhanallah mantab gan. hehe
Replykunjungi balik ya. http://dokumenrifky.blogspot.com
alhamdulillah tum.. :)
Replysiap siap.. :) suguhin aja secangkir teh manis hangat saat ana berkunjung ya.. :D
kita akan termasuk pada golongan az-zukhruf:70.. insya Allah.. Amien... :)
Replyamien sayang :)
Reply:) :) :)
ReplyPost a Comment