Pendidikan keluarga imran (2)

3.       Mintakan bagi ia perlindungan
.... وَ اِنِّيْ اُعِيْذُهَا بِكَ وَ ذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ....
Rasulullah SAW. pernah bersabda:
عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : اَنَّهُ قَالَ كُلُّ بَنِي آدَمَ يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ يَوْمَ وَلَدَتْهُ اَمُّهُ. اِلَّا مَرْيَمُ وَ ابْنَهَا (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW. Bahwasanya beliau bersabda: setiap bani Adam akan diganggu oleh syetan pada hari ibunya melahirkannya. Kecuali maryam dan anaknya. (HR. Muslim)
Oleh karena itu Rasulullah memerintahkan kepada siapa yang hendak berjima’ untuk berdoa sebelum memulai jima’:
بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْناَ الشَّيْطَانَ وَ جَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkan kami dari syetan dan jauhkan syetan dari apa yang engaku rizqikan kepada kami. (HR. Bukhari)
Demikianlah ketika hendak berjima’ dan ketika anak lahir, mintakanlah ia perlindungan kepada Allah dari gangguan syetan yang terkutuk.

4.       Mendidik anak kepada siapa yang bisa mendidiknya secara benar
.... وَ كَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ......
Kerika anak sampai pada usia di mana ia belajar untuk menerima apa yang diterimanya maka didikkanlah ia kepada yang mampu mendidiknya dengan benar.
Titipkanlah kepada yang mampu untuk membawakan ia kepada akhlaq yang baik, mengajarkannya ilmu-ilmu agama islam agar di hatinya tertanam dasar islam yang kuat, sehingga anak tidak mudah terganggu oleh gangguan lingkungan luar yang mampu merusaknya.
Dalam ayat di atas, istri Imran menitipkan anaknya, Maryam kepada Zakariya. Yang mana Zakariya ini adalah seorang Nabi, yang tentu ia terpercaya dapat mengajarkan Maryam ibadah ilmu-ilmu agama dan menjadikannya seorang muharrar(ah) seperti apa yang dicita-citakan oleh ibunya tadi dalam nadzarnya.
5.       Tempatkanlah ia di lingkungan yang baik
... دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا   ...
Dalam ayat di atas, disarikan bahwa Maryam diberi tempat tinggal di Mihrab. Di mana mihrab tersebut adlah salah satu bagian dari bangunan masjid. Dan masjid adalah tempat yang terjaga serta terpelihara. Orang dilarang berjual beli di Masjid, dilarang berlagu di masjid, dilarang berbincang-bincang selain urusan agama di masjid.
Maka tentulah, ditempatkannya maryam di Mihrab tidak berpeluang sedikitpun untuk melkukan perbuatan selain ibadah dan ibadah. Maka terjagalah maryam dari urusan-urusan dunia dan focus untuk beribadah.
Maka bagi orang tua pun hendaknya untuk bertempat tinggal di tempat yang mana tempat tersebut terjaga lingkungannya dari keburukan-keburukan yang dapat mengakibatkan buruknya pula akhlaq sang anak. Dan dengan ditempatkannya anak tersebut di lingkungan yang baik, akan mempermudah untuk memperkuat pondasi islam dalam hatinya.
6.       Uji anak.
... كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا   قَالَ يَا مَرْيَمُ اَنَّى لَكِ هَذَا   قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللهِ    اِنَّ اللهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ...
Setelah poin-poin di atas ditempuh, maka poin ini adalah poin untuk mengetahui apakah berhasil orang tua mendidik sang anak atau tidak, yaitu dengan menguji kejujuran sang anak.
Dalam ayat, Zakariya merasa heran ketika setiap ia masuk ke Mihrab, ia menemukan rizqi berupa makanan. Bukankah ia tidak berhubungan ke dunia luar, dan tidak seorang pun masuk ke Mihrab tanpa sepengetahuan Zakariya. Dengan mudahnya dan tanpa ragu Maryam menjawab, “rizqi ini adalah dari Allah, sesungguhnya Allah merizqikan kepada siapa saja yang ia kehendaki tanpa perhitungan”.

Demikianlah poin-poin penting dari metode pendidikan keluarga Imran dalam mendidik anaknya Maryam. Dan ini adalah sebaik-baik pendidikan orang tua terhadap anak. Maka dalam mendidik sang anak contohlah metode pendidikan ini, agar anak menjadi anak yang sholeh dan terjaga dari keburukan-keburukan yang siap mengganggunya.
Demikian posting kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi semua.

و الله اعلم با الصواب

2 komentar

subhanalloh bagus bner yahh

Reply

Post a Comment